//
Now reading...
Uncategorized

Bandung mulai ga okey!!!

Setelah hidup selama 21 tahun di kota yang dijuluki kota kembang merasa terjadi banyak perubahan super drastis. Dimulai ketika pembangunan jalan layang pasupati rampung dibangun sekitar pertengahan tahun 2005, kota bandung jadi semakin padat oleh wisatawan yang mau nyari baju ato nyari jajanan disini (emang di daerah asalnya ga ada yah…hihi).

Selain itu juga permasalahan sampah di kota Bandung semakin brutal, pada tahun 2007 saja sempat dijuluki ‘Bandung Kota Sampah’. Hal tersebut memang terbukti ketika dulu saya jalan2 mengendarai motor mengelilingi kota terdapat banyak tumpukan-tumpukan sampah menghiasi hijaunya kota (wae). Hal tersebut tidak lepas dari tragedi longsornya tumpukan sampah di leuwigajah cimahi yang mengakibatkan diberhentikannya TPA leuwigajah tersebut dari fungsinya, lalu kemudian berdampak pada permasalahan sampah yang tak dapat diselesaikan oleh pemerintah kota.

Dari kedua hal tersebut terjadi hal-hal yang membuat suasana kota Bandung semakin memburuk. Coba saja perhatikan ketika kota Bandung diguyur hujan lebat pada saat ‘long weekend’, wadohhhh ga okey ni kota, dimana-mana jalanan dipenuhi kendaraan khususnya mobil ‘turis-turis dadakan itu’ yang bikin penuh jalanan kota Bandung. Lalu banjir (genangan air) dimana-mana juga, kenapa bisa kaya gni? Mungkin pemerintah kota tidak memiliki masterplan yang baik buat mengatasi lingkungan kotanya sendiri, atau mungkin implementasi dari masterplan yang telah dibuat dilakukan asal-asal (whatever lah ga ngerti juga).

Satu hal lagi yang menjadi kota Bandung semakin ga okey, segala bentuk event-event musik di kota Bandung jadi semakin terbatas, sulit dicari, ga ky dulu tiap jum’at, sabtu, minggu pasti ada event musik indie mulai dari yang slow mellow ampe yg cadas-cadas ada. Lah sekarang ini susah banget nemu event musik besar yang bner2 bagus di kota ini. Orang2 bilang perijinan untuk event seperti ini dibatasi dan diawasi sangat ketat oleh pihak kepolisian, terutama untuk event musik cadas. Selain itu juga sarana untuk kegiatan sperti ini di kota Bandung sangat sedikit malah mulai berkurang, mulai dari Dago tea house, gedung AACC (ni mah kyny ga akan pernah dihidupin lagi). Akhirnya  kampus dijadikan andalan dalam mencurahkan ekspresi bermusik anak-anak muda di Bandung atau Studio Show (pertunjukan live di tempat studio musik yang terbatas). Daripada mati berkarya, lebih baik berekspresi dalam keadaan yang sangat minim, inilah realita yang terjadi saat ini.

Jadi inilah gambaran kota yang katanya sejuk itu (sekarang dah makin panas man!!), berhiber, berbunga (tapi mana bunganya, yg ada juga cm di wastukencana yg sering keliatan), kreatif (tapi koq mati di kota sendiri). Keadaan seperti ini membuat hidup di kota Bandung sangat memprihatinkan, mau main macet, ujan lebat banjir, mau ntn live music mana ada ga??hadooohh meni watir…..

About Regha Dikria Nurbetha, S.MB

Regha Dikria Nurbetha, S.MB. Bandung, 19 Juni 1988 Alumni Institut Manajemen TELKOM ’2011, Alumni SMA Negeri 1 Bandung ’2006. Menyukai fotografi, musik (metal, rock, alter

Discussion

One thought on “Bandung mulai ga okey!!!

  1. bdg mulai ga oke,, gw mah yg jlas tambah oke!!!!!

    Posted by heru | March 9, 2009, 3:18 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Calendar

March 2009
M T W T F S S
    Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d bloggers like this: